Pernah nemuin sebuah lokasi yang memiliki sebuah nama yang terkenal dan kadang bikin salah masuk? Kayak JOGLO JAMBON yang sering salah dengan JAMBON RESTO karena namanya yang memiliki kesamaan nama di JAMBON nya. Kok bisa ? Iya karena tempat nya ada di daerah yang namanya JAMBON tepat nya di Jl. Kabupaten utara Jl. Godean

Joglo Jambon muncul berawal dari keinginan seorang bapak yang setiap hari keluar untuk makan ke angkringan dan kebetulan istrinya ingin berjualan maka disatukanlah dua keinginan itu menjadi satu dengan membuka angkringan. Angkringan itu dibuat tidak dipinggir jalan melainkan di sebuah lahan yang ada di daerah Jambon. Lahan ini awalnya hanya tanah kosong lalu dibangunlah dipasanglah sebuah joglo beralaskan semen
Tempat nya yang berada di pinggir jalan besar sangat strategis dan memudahkan orang untuk mampir namun awalnya tidak semua orang selain yang tinggal di sekitar tahu keberadaan Joglo Jambon ini. Jalan Jambon Trihanggo sendiri bukan jalur utama tetapi hanya sebagai jalur alternatif menuju Ringroad Barat Yogyakarta. Entah mengapa mungkin karena tempat nya yang enak untuk kumpul kumpul dan harga yang bersahabat lalu banyak komunitas yang berkumpul disini dan menyebarkan informasi nya dari mulut ke mulut
Perabotan yang mengisi joglo jambon ini memiliki kesan tradisional dengan rata rata terbuat dari bambu dan kayu. Kursi bambu nya menggunakan model kursi panjang yang bisa menampung 3-4 orang dalam satu kursi. Sedangkan untuk bagian belakang saat ini sudah dikembangkan dengan ada nya semacam gazebo kecil dan perluasan sampai ke sawah yang ada dibelakang nya. Dan kebetulan antara sawah dan lahan utama joglo jambon dipotong sebuah aliran air yang gemericik
Dalam hal menu joglo jambon memiliki keunikan tersendiri, terutama dalam menu utama di gerobak nya. Setiap periode waktu tertentu memiliki menu berbeda, misalkan dari pukul 18:00 – 21:00 ada nasi bakar tetapi kalau datang nya sebelum waktu tersebut mungkin adanya hanya nasi goreng. Hal ini dikarenakan Joglo Jambon sudah membaca pada jam sekian sampai sekian yang datang adalah anak muda, lalu dari jam sekian sampai sekian adalah pekerja jadi menu nya mengikuti pengunjung yang hadir dan mengurangi adanya menu menu tidak laku
Minuman nya tidak hanya tersedia es jeruk dan es teh manis saja tetapi juga ada minuman lain seperti es asem, es rosela, es tape, dll. Sedangkan untuk makanan nya hampir sama dengan angkringan tetapi ada beberapa tambahan menu untuk gerobak angkringan nya seperti nasi bakar, nasi teri dan brongkos
Joglo ini awal nya hanya berisikan satu gerobak angkringan dan hanya menyediakan menu menu yang identik dengan angkringan pada umumnya namun seiring waktu menunya bertambah dan jadi bervariasi. Mengapa bervariasi, karena mereka juga menyewakan spot spot kecil untuk menu menu yang berbeda dengan angkringan seperti ada booth yammie dan pecel.
Penjual pecel nya sendiri dulu nya membuka lapaknya di dalam Sindu Edu Park tetapi kurang laku karena pengunjung nya yang sedikit lalu bermigrasi ke Joglo Jambon dan sampai saat ini memiliki pelanggan tetap yang cukup banyak yang selalu datang kemari. Jadi secara tidak langsung sebenarnya Joglo Jambon juga membantu ekonomi masyarakat


