Rumah Makan Mergosari Karanganyar – Kuliner Jalur Selatan Jawa Tengah

Rumah Makan Mergosari Karanganyar – Kuliner Jalur Selatan Jawa Tengah

5084
0
SHARE
rumah makan mergosari

Rumah Makan Mergosari mungkin bukan nama yang asing buat yang sering ngetrip di jalur selatan pulau jawa terutama yang melalui jalur Wangon – Banjar (Jawa Barat). Dulu saat sering melakukan perjalanan malam hari Purwokerto – Jakarta dengan menggunakan jasa travel pasti berhenti di tempat ini sekitar jam 00:00 – 01:00.

Beberapa tahun belakangan setelah pindah domisili ke Yogyakarta sering sekali kalau melewati antara Gombong dan Karanganyar (Kebumen) ada penulis melihat tulisan Rumah Makan Mergosari yang cukup besar di sisi jalan. Dari logo dan warna cat tembok yang digunakan identik dengan yang di daerah Banjar.

Seperti biasa beberapa hari yang lalu baru kembali lagi penulis melakukan perjalanan dan karena tempat biasanya makan kalau di jalur ini yaitu Mie Nyemek Bu Seto sudah terlewatkan maka akhir nya mampirlah ke Rumah Makan Mergosari tersebut. Hampir lebih dari 10 tahun sepertinya lihat berkali kali tapi baru sempat mampir sekarang karena sedang naik kendaraan sendiri dan waktu yang tersedia masih cukup banyak alias tidak terburu buru

Begitu masuk saat pertama kali yang dilakukan oleh pelayan nya bukan mempersilahkan atau memperlihatkan daftar menu yang tersedia tetapi ditanyakan jumlah orang yang akan makan lalu sesudah itu dipersilahkan untuk memilih tempat duduk.

Setelah duduk pelayan langsung akan meletakan sate empal gepuk, tahu, tempe, lalapan ala jawa barat (karena ada leunca nya), teh tawar hangat dan pepes. Nah saran saja untuk kalian yang akan menikmati nya lebih baik tanyakan dulu harga nya, walaupun setelah mengetahui mungkin akan terasa agak mahal paling tidak sudah mengetahui perkiraan berapa yang akan dibayarkan nantinya.

Proses memasak ayam nya kalau tidak ada antrian pengunjung relatif cukup cepat, kemarin dengan antrian 6 orang pengunjung hanya perlu menunggu kurang lebih 15 menit.

Ayam yang disajikan Rumah Makan Mergosari adalah ayam kampung yang disiram dengan laos/rempah-rempah/serundeng. Laos nya gurih sekali dan bikin pengen nambah.

Nasi nya datang bersamaan dengan ayam yang disajikan dan untuk porsi 3 orang isi dari bakul kecil yang berisi nasi tersebut sudah lebih dari cukup.

rumah makan mergosari

Empal gepuk nya selain terasa enak di setiap gigitannya juga tidak memerlukan banyak energi untuk menggigit/memotong nya. Walaupun penampakan nya seperti sate sebenar nya ini empal gepuk yang dimasak biasa lalu ditusuk dengan batang bambu kecil.

Tahu dan tempe goreng nya apalagi lalapan nya seperti biasa merupakan pendamping yang sangat cocok sekali bagi sang ayam goreng. Sambel nya …. duuhh terasi nya oke tuuh.

rumah makan mergosari

Rumah Makan Mergosari sendiri terkenal sekali dengan ayam goreng nya maka yang menjadi akhir dari pencicipan ini tentu saja sang ayam goreng kampung. Ayam goreng nya betul betul masih sangat panas saat akan di sewir dengan tangan. Disewir satu persatu dicocol ke sambel terasi di jadikan satu dengan nasi lalu dilahap perlahan lahan seakan akan rasanya meleleh di mulut.

rumah makan mergosari

Rasanya luar biasa, namun penulis perlu menekankan karena ini berada di jalur perjalanan jauh kita perlu memahami apakah rasa enak nya karena kelaparan di perjalanan atau memang bumbu yang dicampurkan oleh Rumah Makan Mergosari benar benar enak dan meresap.

Terakhir setelah makan tentu saja membayar makanan nya, jujur saja kali ini penulis agak terkejut (bukan saat mendengar total nya) karena saat melihat harga empal gepuk nya ternyata satu tusuk isi dua harganya 20.000 rupiah. Sedangkan untuk ayam yang 17.000 rupiah dan nasi 5.000 rupiah masih masuk akal karena memang lokasi Rumah Makan Mergosari di area jalur perjalanan luar kota.

Mungkin karena dulu terbiasa dengan makan di Rumah Makan Mergosari di jalur Wangon – Banjar (Jawa Barat) maka saat datang pertama kali penulis tidak menanyakan harga harga terlebih dahulu.

After all semua menu yang disajikan terlepas dari harga yang tidak dicantumkan atau tidak terlihat jelas dengan mata rasanya betul betul menggoda dan menggugah selera. Apalagi didukung dengan tempat parkir yang luas bisa menampung beberapa bus besar.

So selamat berkuliner ria di jalur selatan jawa tengah

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY